Pv4 (Internet Protocol version 4) adalah protokol jaringan yang menggunakan 32-bit alamat yang dituliskan dalam bentuk empat blok angka desimal yang dipisahkan oleh titik, seperti 192.168.1.1.
Untuk mempermudah pengelolaan jaringan, alamat IPv4 secara historis dibagi ke dalam beberapa kelas, berdasarkan rentang nilai oktet pertama dan ukuran jaringan yang dapat ditangani.
Berikut adalah pembagian kelas IPv4:
Kelas Rentang IP Oktet Pertama Jumlah Host Penggunaan
A 1.0.0.0 – 126.255.255.255 1 – 126 ± 16 juta host Jaringan sangat besar (perusahaan internasional)
B 128.0.0.0 – 191.255.255.255 128 – 191 ± 65.000 host Jaringan menengah hingga besar (universitas, organisasi besar)
C 192.0.0.0 – 223.255.255.255 192 – 223 254 host Jaringan kecil (perkantoran, rumah)
D 224.0.0.0 – 239.255.255.255 224 – 239 Tidak digunakan untuk host Digunakan untuk multicast (siaran ke banyak host sekaligus)
E 240.0.0.0 – 255.255.255.255 240 – 255 Cadangan Digunakan untuk keperluan riset atau eksperimental
📌 Catatan:
IP 127.0.0.1 termasuk dalam rentang yang dikenal sebagai loopback address. Ini digunakan oleh perangkat untuk menguji koneksi jaringan ke dirinya sendiri (localhost).
Alamat 0.0.0.0 dan 255.255.255.255 adalah alamat khusus dan tidak termasuk dalam penggunaan umum.
—
✍ Penjelasan Tambahan:
1. Kelas A:
Alamat IP dengan bit pertama adalah 0.
Cocok untuk organisasi yang memiliki jumlah host sangat besar, karena memiliki 24 bit untuk host ID.
Contoh IP: 10.0.0.1
2. Kelas B:
Bit pertama adalah 10.
Memiliki 16 bit untuk host ID, cocok untuk jaringan menengah.
Contoh IP: 172.16.0.1
3. Kelas C:
Bit pertama adalah 110.
Hanya memiliki 8 bit untuk host ID, cocok untuk jaringan kecil.
Contoh IP: 192.168.1.1
4. Kelas D dan E:
Kelas D digunakan untuk keperluan multicast, bukan untuk pengalamatan host biasa.
Kelas E tidak digunakan secara umum, hanya untuk pengembangan dan eksperimen.
—
📌 Perlu Diketahui:
Pembagian kelas IP ini sekarang tidak lagi digunakan secara ketat di internet modern.
Sebagai gantinya, digunakan sistem CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang lebih fleksibel untuk mengatur alokasi IP dan subnetting.